95 comments on “Aku dan Pengamen

  1. idiiih..itu sih bukan pengamen lagi namanya…tapi perompak! hehehe….
    aq sering ketemu pengamen wktu naik bus padang buittinggu dulu, dan hal paling ampuh adalah…..TIDUR
    hahaha

  2. Wah udah lama bgt ane kaga mampir bw k sini, ya itulah mas, kebutuhan hidup yg begitu menjepit terkadang bisa merubah kita menjadi apapun dan siapapun, termasuk menjadi manusia yg kurang beretika… Kalo di bandung pada “nyentrik” mas, apalagi di daerah dago. Banyak juga yg nyanyiin lagu berbahasa asing

  3. Kalau pengamen di kota saya lain Mas.Kalau tiba diangkot pengamennya langsung nyanyi tentan thema perjuangan hidup, tentang perangi koruptor dan tentang sulitnya kehidupan ini.

    Otomatis para pendengarnya langsung sedih hatinya,,nah disitulah bijaknya pengamennya,tak kala para sewa angkot langsung memberikan uang seribuan atau dua ribuan.

    Pengamennya tidak memaksa Mas.Dia wajar kalau tidak diberi.

    Yang saya salutnya kemarin sempat dengan lagu “Ebiet G A D ”
    saya sedih dengar lagunya :).

silakan tinggalkan kata-kata anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s